HomePadang

Undangan Natal Bahasa Minang & Pakai Rumah Gadang Bikin Heboh, Netizen Ranah Minang Geram

Rabu, 11 Januari 2017
Undangan Natal Bahasa Minang & Pakai Rumah Gadang Bikin Heboh, Netizen Ranah Minang Geram

PADANG - Adat Basandi Syarak Syarak Bersandi Kitabullah ternodai dengan undangan perayaan Natal dari GPDi Batam yang bikin heboh netizen ranah minang yang beredar luas di dunia maya. Netizen Ranah Minang bereaksi keras.

Dalam surat undangan yang berlatar belakang rumah gadang itu tertulis TEMA KARAMBIA BATAM "TIDAK SEORANGPUN DATANG KEPADA BAPA KALAU TIDAK MEMELALUI AKU"(YOHANES 14:6)

"INDAK SURANG JUWO URANG NAN BISA DATANG KAPADO BAPAK JIKO INYO INDAK MELALUI AMBO"

Undangan perayaan Natal beredar luas media sosial dan masyarakat, akibatnya netizen ranah minang geram. Pihak Paga Ngari menyatakan penggunaan logo Rumah Gadang dan Bahasa Minang adalah simbol yang melekat dengan Minangkabau dengan ciri khas Islam (ABS-SBK).

Ini Pernyataan Sikap Pagar Nagari :

Pernyataan Paga Nagari Sumbar Tentang Penggunaan Logo Rumah Gadang Oleh Pihak GPdi Batam Bahwa Simbol Minangkabau terutama Rumah Gadang adalah simbol yang melekat dengan Minangkabau. Gonjong lurus ke atas mencerminkan tauhid dan kalighrafi Allah yang menunjukkan Adat basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato Adat Mamakai. Karena itu, kami sepakat Minangkabau adalah Muslim, tidak dapat disebut orang Minangkabau kalau bukan beragama Islam. Dan kalaupun ada orang yang sebelumnya Minangkabau (beragama Islam serta yang orang tua biologisnya berdarah Minangkabau) kemudian orang itu murtad (keluar dari Islam) maka bukan lagi orang Minangkabau.

Bahwa penggunaan Simbol Rumah Gadang tersebut oleh pihak lain yang bukan dari Muslim adalah tidak sah dan kami orang Minangkabau tak akan mengizinkannya.

Bahwa penggunaan Simbol oleh kelompok Gereja GpdI Batam yang mengundang Pdt Yusnita Tanjung (salah seorang Pimpinan Gereja tersebut di Cibinong Jakarta) kami anggap telah melecehkan Minangkabau dengan simbol-simbolnya. Pdt Yusnita Tanjung beserta jemaatnya bukanlah orang Minangkabau dan tak dapat mempergunakannya untuk keperluan penyiaran agama mereka.

Oleh karena itu, pertama, meminta kepada masyarakat Minangkabau yang berada di Batam untuk dapat bekerja sama dengan pihak penegak hukum memperoses kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku di tanah air (NKRI).

Meminta kepada pihak GPdI di Batam dan di Cibinong untuk meminta maaf kepada masyarakat Minangkabau.

Kepada seluruh masyarakat Minangkabau di mana saja berada agar tetap tenang dan tak mudah terprovokasi. Tetap saja waspada dari usaha provokasi dan memecah belah persatuan bangsa.

Padang, 9 Januari 2017

Paga Nagari Sumatera Barat
Pimpinan

Ibnu Aqil D. Ghani

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi


[ Ikuti Terus Minangkabaunews Melalui Sosial Media ]




gtv the next boy girl band season 2 padang
REKOMENDASI
plus
TERPOPULER
plus
VIDEO
plus
FOLLOW US
Desktop Version
Berita Foto - Redaksi - Disclaimer - Info Iklan - Logo - Kontak - Pedoman Media Siber