HomePadang Panjang

Perkelahian Antar Genk di Padang Panjang, Kepala Remaja Nyaris Terbelah

Kamis, 07 September 2017
Perkelahian Antar Genk di Padang Panjang, Kepala Remaja Nyaris Terbelah
Korban VD (17) saat mendapat perawatan di RS Ibnu Sina Padang Panjang

PADANG PANJANG - Bentrokan berdarah antar Gank di Padang Panjang hebohkan warga, Rabu (6/9) sekitar pukul 21.30 WIB, di Simpang Sungai Andok, Kelurahan Kampung Manggis Padang Panjang Timur, Sumatera barat (Sumbar). Akibatnya kepala remaja belasan tahun jadi sasaran golok dan kepalanya nyaris terbelah, diketahui korban bernama VD (17).

Diduga karena persoalan pribadi dua Gank yang bernama Ghost Night Family (GNF) dan Glamor Black Family (GBF) tidak bisa mengendalikan diri hingga terjadi perkelahian yang mengakibatkan satu orang harus dilarikan ke Rumah Sakit M. Jamil Padang.

Informasi yang dihimpun di lapangan, perkelahian antar remaja belasan tahun tersebut berawal dari pertengkaran mulut antar dua pelajar RV(15) dengan IL (15) teman satu Sekolah, Rabu (6/8) pagi. Kedua siswa itu juga diinformasikan tergabung pada kelompok kecil Gank berbeda di luar Sekolah, IL salah satu anggota GNF dan, RV dari GBF harus bentrok dengan menggunakan senjata tajam jenis Gigi Tarik Motor (Gir) dan golok.

Gejolak Rabu pagi itu, berbuntut perang antar Gank, awalnya memang akan menyelesaikan persoalan anggotanya, akan tetapi pertemuan antar kelompok tersebut tidak menemukan titik perdamaian dan berujung perang darah.

BACA JUGA: Pasca Perang Antar Genk di Padang Panjang, Muncul Isu Darah Dibayar Darah

"Ya, salah satu dari kami ada persoalan dengan kelompok mereka. Awalnya kita hanya ingin menyesaikan persoalan itu, tetapi setelah pertemuan malah anggota kelompok GNF malah menyerang anggota kami diserang RV, saat itu kami tidak melawan dan salah satu dari kami diserang. Saya kembali menghentikan pertengkaran itu, akan tetapi kami dikatakan pengecut dan bukan laki-laki," ujar salah seorang anggota Gank GBF.

Tidak mau dilecehkan, saat itu kelompok GBF pergi dari lokasi kejadian untuk membawa perlengkapan perang dan kembali menemui kelompok GNF di lokasi kejadian.

"Di lokasi kejadian, kita kembali bertemu dan mereka langsung menyerang kami, mereka yang menggunan senjata Gear melayang ke arah kami, untunglah kami cepat mengelak dan, FD, yang duluan menyerang kami terjatuh. Ya, saat itu teman saya langsung melayangkan golok ke kepalanya," sebut Vikron pada penyidik di Mako Polres Padang Panjang.

Sementara itu Kaur Bin Ops, Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Damanik, membenarkan telah terjadinya perkelahian antar remaja di wilayah hukum Polres Padang Panjang. Dimana perkelahian antar remaja tersebut baru kita ketahui setelah masuknya laporan dari masyarakat setempat.

"Informasi kita dapat, kita langsung turun ke lokasi kejadian, dilokasi kejadian satu orang remaja telah tergeletak dan dilarikan ke RS Ibnu Sina untuk diberikan pertolongan," sebut Damanik.

Terkait tawuran antar Gank itu, ungkap Damanik lagi, sebanyak 2/3 kekuatan dikerahkan turun ke lapangan untuk melakukan penangkapan terhadap remaja yang terlibat perkelahian. Sesuai perintah Kapolres Padang Panjang AKBP. Cepi, Noval, SIK, melalui Kasat Reskrim AKP. Julianson,SH, harus mengamankan anggota Gank.

Atas perkelahian itu telah jatuh satu orang korban, FD mengalami luka parah pada bagian kepala belakang, saat dilarikan ke RS Ibnu Sina korban dalam kondisi kritis hingga harus dirujuk ke RS M Jamil Padang saat itu juga.

"2/3 kekuatan Kepolisian Polres Padang Panjang harus dikerahkan untuk menangkap pelaku yang sudah melarikan diri dari lokasi. Ya, dalam waktu kurang dari satu jam anggota Gank berhasil kami amankan di Mako Polres Padang Panjang, untuk diproses," ujar Damanik pencarian hingga pukul 04.00 WIB, Kamis (7/8) dini hari.

Dikatakannya, kasus terus dikembangkan, sejumlah saksi akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Tidak hanya saksi, penyidik juga memanggil orang tua dari belasan remaja yang terlibat perkelahian untuk dimintai keterangan.

"Empat orang tersangka, Rival (15), Vikron (16), Novril (15), Alif (15), hingga saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik," sebut KBO Damanik mengakhiri. (Putra/AMOI)

Editor/Sumber: Romeo


[ Ikuti Terus Minangkabaunews Melalui Sosial Media ]



REKOMENDASI
plus
TERPOPULER
plus
VIDEO
plus
FOLLOW US
Desktop Version
Berita Foto - Redaksi - Disclaimer - Info Iklan - Logo - Kontak - Pedoman Media Siber
close