HomePadang Panjang

Pasca Perang Antar Genk di Padang Panjang, Muncul Isu Darah Dibayar Darah

Sabtu, 09 September 2017
Pasca Perang Antar Genk di Padang Panjang, Muncul Isu Darah Dibayar Darah
Jajaran Polres Padang Panjang

PADANG PANJANG - Pasca tawuran antar genk di Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) yang terjadi Rabu malam (6/9) lalu, mengakibatkan satu orang remaja harus dilarikan ke Rumah Sakit M. Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan yang intensif akibat luka bacokan di kepala bagian belakang.

Dari 13 orang yang berkaitan langsung dengan peristiwa tawuran tersebut, 8 diantaranya dipulangkan setelah adanya perjanjian oleh pihak keluarga, sebagai salah satu bentuk himbauan untuk mengantisipasi kejadian berulang.

Pasca pengamanan empat remaja yang terlibat tawuran. Jajaran Polres Padang Panjang terus tingkatkan patroli dan razia sebagai upaya preentif dan preventif (mengimbau dan mencegah) kejadian berulang.

Kapolres Padang Panjang AKBP. Cepi Noval. SIK melalui Kasat Reskrim, AKP. Julianson, SH, Jumat (9/8) mengatakan, mengingat situasi yang masih memanas saat ini ke empat anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) masih diamankan.

Dan berdasarkan informasi yang didapat jajaran Satreskrim Polres Padang Panjang, bahwa adanya rencana pembalasan dari kubu kelompok korban bacokan / Glamor Black Family (GBF) maka jajaran Polres akan terus siaga untuk mengantisipasi terjadinya perkelahian ajang balas dendam.

BACA JUGA: Perkelahian Antar Genk di Padang Panjang, Kepala Remaja Nyaris Terbelah

"Selain masih terus mendalami motif perkelahian dua kelompok remaja ini, personil gabungan terus berpatroli dan menggelar razia. Hal ini terkait akan adanya ajang balas dendam, seperti informasi yang kita dapat darah harus dibayar dengan darah begitu bunyi informasi yang didapat dari kelompok korban bacokan," tutur Julianson didampingi KBO Reskrim Iptu Damanik.

Sementara itu tindakan yang dilakukan Polres Padang Panjang saat ini, berupa pengerahan personil gabungan dari Mapolres dan seluruh jajaran Polsek diwilayah hukum Polres Padang Panjang, serta melibatkan Brimob.

“Hal ini berkaitan dengan didapatkannya informasi melaui jejaring sosial media, yang mengarah pada penggalangan semangat balas dendam. Diantaranya berbunyi "ini baru permulaan, perang belum selesai. Darah harus dibayar darah", dan juga mengganti nama kelompok dari GBF menjadi Ready To Keel (RTK)," tambah Julianson.

Tidak hanya di dalam kota, tindakan preentif juga digelar hingga ke wilayah pinggiran. Di antaranya menggelar patroli dan razia di sejumlah daerah tetanga Kabupaten Tanahdatar yang berada di wilayah hukum Polres Padang Panjang. (Delma/AMOI)

Editor/Sumber: Romeo/AMOI/Pasbana


[ Ikuti Terus Minangkabaunews Melalui Sosial Media ]



REKOMENDASI
plus
TERPOPULER
plus
VIDEO
plus
FOLLOW US
Desktop Version
Berita Foto - Redaksi - Disclaimer - Info Iklan - Logo - Kontak - Pedoman Media Siber
close