HomePadang Pariaman

Dinkes Padang Pariaman Kembali Canangkan Minum Obat Filariasis

Rabu, 04 Oktober 2017
Dinkes Padang Pariaman Kembali Canangkan Minum Obat Filariasis
Sekdako Padang Pariaman minum obat filariasis

PADANG - Sejumlah petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Padang Pariaman kembali membagikan obat pencegah penyakit kaki gajah atau Filariasis di Kantor Bupati IKK Parit Malintang pada Selasa (3/10/2017).

Pencanangan massal minum obat Filariasis ini dihadiri juga oleh Kapela Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Merry Yuliesday. Kemudian pejabat setempat Sekda Kabupaten Jhonpriadi, Kadis Kesehatan Aspinuddin, Direktur RSUD Parit Malintang Lismawati serta OPD dan ASN.

Aspinuddin mengatakan, Tahun ini merupakan pencanangan yang ke-5 kalinya di Padang Pariaman. Dia mengatakan nyamuk penyebab filariasis berbeda dengan deman berdarah.

"Jika nyamuk penyebab DBD (Deman Berdarah
Dengue) di sebabkan oleh satu jenis nyamuk yakninya aides aigepti, sedangkan nyamuk yang menyebabkan kaki gajah adalah semua jenis nyamuk yang membawa virus filariasis, sehingga hampir seluruh kecamatan di Padang Pariaman terdampak penyakit tersebut," sebut Aspinuddin.

Ia mengatakan jika ada ditemukan kasus orang positif terjangkit kaki gajah, maka akan diberikan minum obat selama 10 hari, sehingga virus Filariasisnya bisa mati.

"Penyakit ini memang tidak menyebabkan kematian, namun jika sudah terjadi pembengkakan pada salah satu pada bagian tubuh yang sudah mencapai stadium 3 hingga 6, maka akan sulit kembali seperti semula, meskipun sudah dilakukan operasi dan akan menyebabkan cacat seumur hidup," kata Aspinuddin.

Ia mengungkapkan bahwa penyakit kaki gajah yang menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh tidak serta merta langsung muncul.

"Penyakit kaki gajah ini, tidak langsung timbul setelah digigit nyamuk yang membawa virus cacing filariasis tadi, namun akan terlihat setelah 10 tahun kedepannya, setelah virus itu masuk kedalam tubuh yang kemudian menyerang kelenjar limfa," paparnya.

Maka dengan pemberian obat secara massal untuk seluruh Masyarakat Padang Pariaman, merupakan salah satu antisipasi utama untuk menghindari penyakit gajah.

"Jadi dengan diminumnya obat anti penyakit filariasisi ini, bertujuan jika ada yang terkena firus kaki gajah tadi didalam tubuhnya, maka firusnya akan mati sekaligus untuk pencegahan," ulas Aspinuddin.

Ia mengakui masih ada 32 kasus hingga saat ini dan sedang ditangani, pencanangan minum obat filariasis dicanangkan dalam jangka 5 tahun. "Maka dari hasil pengkajian tersebut diharapkan penyakit kaki gajah di Padang Pariaman dapat musnah," ulas Aspinuddin.

Data Dinkes Padang Pariaman: Pencanangan pertama tahun 2013 berhasil menurunkan kasus penyakit gajah 86%, yang kedua pada 2014 mengurangi 82%, 2015 berkurang hingga 94%, tahun 2016 berkurang 99,4% dan di tahun ini (ke-5) ditargetkan berkurang hingga 95%.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat Merry Yuliesday berharap dengan pencangan yang ke-5 ini hendaknya Padang Pariaman harus bebas dari Filariasis.

" Oleh karena itu jangan sampai satu orangpun yang luput dari meminum obat filariasisis ini, karena jika ada yang terlewatkan dan ia terjangkit firus kaki gajah atau tertular firus ini, maka dipastikan ia akan menularkannya juga pada yang lain," kata Merry.

Ia mengatakan bahwa di Sumatera Barat ada 10 kota/kab. Yang endemik Filariasis diantaranya: Agam, Pasbar, Sijunjung, Bukit Tinggi, Mentawai, Sawahlunto, Pesel, Padang, dan Padang Pariaman dan 50 Kota.

"Namun di tahun 2017 kemarin, 50 kota telah dinyatakan bebas dari penyakit Filariasis dan Padang Pariaman merupakan daerah yang ke-2 dilakukan pencanangan setelah Sawahlunto dengan target nasional pada tahun 2020 Indonesia bebas filariasisi," pungkas Merry. (warman)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi


[ Ikuti Terus Minangkabaunews Melalui Sosial Media ]



REKOMENDASI
plus
TERPOPULER
plus
VIDEO
plus
FOLLOW US
Desktop Version
Berita Foto - Redaksi - Disclaimer - Info Iklan - Logo - Kontak - Pedoman Media Siber