× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Helmy Panuh Hadiri Milad Muhammadiyah 106 di Dharmasraya

Senin, 11 Februari 2019
Helmy Panuh Hadiri Milad Muhammadiyah 106 di Dharmasraya
Helmi panuh hadiri milad muhammadiyah di dharmasraya, Ahad, (10/2)

DHARMARAYA -- Anggota Majelis Waqaf dan Kehartabendaan PP Muhammadiyah, Helmy Panuh, menghadiri acara Milad ke-106 Muhammadiyah yang bertajuk "Taawun Untuk Negeri" di Aula Bupati Dharmasraya, Minggu, (10/2/2019).

Helmy Panuh yang juga Calon DPD RI nomor urut 29 itu menyampaikan, tema milad tahun ini yaitu cerminan dari yang telah dilakukan Muhammadiyah selama ini yaitu tolong menolong dalam kebaikan

"Sudah saatnya Muhammadiyah membereskan aset Muhammadiyah di seluruh Sumbar karena itu menyangkut hajat hidup dan keberlangsungan dakwah persyarikatan," katanya

Milad kali ini merupakan momentum mendata dan menginventarisnir kembali semua aset kemudian jika ada aset yang belum bersertifikat milik persyarikatan harus disegerakan.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr Abdul Muti mengungkapkan bahwa tema taawun untuk negeri diangkat karena belakangan ini, Indonesia tengah diuji oleh banyak musibah bencana alam, persoalan keumatan dan kebangsaan.

Dia menerangkan, kata taawun dalam tema tersebut diambil dari Alquran Surat Almaidah Ayat 2, yang di dalamnya terdapat perintah agar manusia, khususnya umat Islam, untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa.

Menurut dia, taawun menjadi spirit bagi Muhammadiyah untuk menolong sesama umat manusia, khususnya mereka yang sedang mengalami musibah.

Taawun, lanjut dia, adalah ekspresi dan aktualisasi iman dan takwa. "Membantu sesama manusia bersifat universal, tidak terbatas bagi mereka yang seagama tetapi masyarakat secara keseluruhan," ujarnya.

Taawun adalah satu ajaran dasar dan akhlak Islam. "Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan" (QS al-Maidah [5]: 2). Sebagaimana dikutip al-Qurthubi di dalam tafsirnya menjelaskan, taawun ala al-bir wa al-taqwa adalah akhlak Islam. Akhlak seorang Muslim yang saling memberi dan memperkuat sesuai kemampuannya.

Taawun ala al-itsmi wa al-udwan berarti saling membantu dalam berbuat maksiat serta melanggar perintah agama dan perintah Allah untuk berbuat baik kepada manusia (al-udwan). Taawun mengandung pengertian luas, tidak terbatas saat terjadi musibah. Sejak kelahirannya, selain reformasi pendidikan, Muhammadiyah menunjukkan jati dirinya sebagai gerakan sosial-kemanusiaan. Berdasar surah al-Maun, Kiai Dahlan menanamkan jiwa kedermawanan.

Muti meminta kepada Calon DPD RI Nomor urut 26 ini membereskan aset Muhammadiyah di Sumbar.

Seperti diketahui, KH. Ahmad Dahlan adalah seorang ulama besar sebagai pendiri organisasi Muhammadiyah pada 18 November 1912 di Yogyakarta. Sementara Nyai Walidah adalah dikenal sebagai Pahlawan Nasional dan pendiri organisasi Aisyah yang merupakan Istri dari KH.Ahmad Dahlan.

Pada Milad ke-106 Muhammadiyah tingkat Sumbar diangkat tema "Taawun Untuk Negeri" sebagai upaya ingin menggelorakan semangat tolong menolong, kerjasama, dan membangun kebersamaan di tubuh umat dan bangsa, agar Indonesia negeri tercinta ini menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. (RIjoe)


Editor/Sumber: Rahmat Ilahi


Polling Capres cawapres 2019-2024

[ Ikuti Terus Minangkabaunews Melalui Sosial Media ]



REKOMENDASI
Selengkapnya
TERPOPULER
Selengkapnya
VIDEO
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber