× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Caleg Cabuli Anak di Pasaman Barat, Aktivis Garda NKRI Sumbar Soroti lemahnya Kaderisasi di Parpol

Kamis, 14 Maret 2019
Caleg Cabuli Anak di Pasaman Barat, Aktivis Garda NKRI Sumbar Soroti lemahnya Kaderisasi di Parpol
Sekretaris Garda NKRI Sumbar Fikri Haldi

PADANG -- Seorang oknum calon legislatif (caleg) asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan ke polisi terkait dugaan pencabulan. Oknum caleg tersebut disebut mencabuli anak kandungnya sendiri.

Kasus itu juga telah beredar di berbagai pemberitaan media massa lokal hingga nasional menjadi perbincangan, hal tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak, karna telah tega mencabuli anak kandung sendiri, Kamis, (14/03/2019).

Kecaman juga di lontarkan oleh aktivis muda Sumatera Barat Fikri Haldi, "Tentu kita sangat prihatin sekali dengan apa yang terjadi, bagaimana bisa seorang ayah kandung tega mencabuli anak sendiri, saya baca di berita laporan yang diterima di Polres Pasaman Parat yang dirilis berita, anak tersebut di cabuli semenjak umur 3 tahun. Tentu saya mengutuk keras hal ini, dan meminta pihak kepolisian segera menangkap terduga pelaku pencabulan ini ditangkap secepatnya," Ungkap aktivis berasal dari Air Bangis ini.

Sekretaris Garda NKRI Sumbar Fikri Haldi juga mengomentari "lemahnya fit and proper test seleksi caleg dan proses kaderisasi partai, seperti kita ketahui kasus caleg cabuli anak-anak bukan kali ini saja, beberapa waktu lalu di Kota Padang caleg dari partai PBB cabuli 2 orang anak perempuan, ini membuktikan ada yang kurang dalam materi penyeleksian, kalo kasusnya sudah seperti ini partai-partai islam namanya akan tercoreng oleh oknum-oknum caleg seperti ini," ujar beliau saat di wawancarai.

Lanjutnya, Ini membuktikan proses kaderisasi dari partai tidak berjalan dengan baik, jangan sampai ada anggapan para caleg ini di ambil di tengah jalan untuk memenuhi kuota dari partai.

Dia mengharapkan "Semoga kasus seperti ini kita dengar untuk terakhir kalinya, kita tidak mau nantinya akibat lemahnya Fit And Proper Test dilakukan partai, kita memilih orang yang bejat mewakili suara dan hak-hak kita, apalagi berasal dari partai yang berbasis islam tentu dapat merugikan dan menyudutkan umat islam sendiri. Tutup aktivis mahasiswa islam tersebut. (FH)


Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)




[ Ikuti Terus Minangkabaunews Melalui Sosial Media ]



REKOMENDASI
Selengkapnya
TERPOPULER
Selengkapnya
VIDEO
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber