× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

SK 4 Turun Tertibkan Tempat Hiburan di Bukittinggi

Selasa, 02 April 2019
SK 4 Turun Tertibkan Tempat Hiburan di Bukittinggi
Salah seorang wanita yang terjaring tim SK4 di tempat hiburan kafe

BUKITTINGGI -- Kota wisata bukanlah identik dengan berbagai macam tempat hiburan dan lainnya yang mengarah pada maksiat, Kota Bukittinggi sebagai Kota wisata yang berlandaskan pada Kota "Berbudaya, Beradat dan Beragama" memberantas penyakit masyarakat, Tim Satuan Kerja Keamanan dan Ketertiban Kota (SK4) Kota Bukittinggi yang dipimpin oleh Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Dodi Andresia, tak henti-hentinya melakukan penertiban pelanggar Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 3 Tahun 2015.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan Kota Bukittinggi sesuai Perda Nomor 3 tahun 2015 tidak mengijinkan adanya tempat hiburan berupa diskotik, Pub, kafe dan hiburan lainnya yang mengarah pada maksiat. Tempat maksiat adalah lokasi yang diduga atau dipandang sebagai sarana untuk melakukan transaksi atau negosiasi ke arah perbuatan maksiat maupun sarana untuk melakukan perbuatan maksiat itu sendiri.

Dijelaskannya, setiap orang atau badan dilarang mengadakan pub, diskotik dan/atau yang sejenisnya, setiap orang dilarang beraksi erotis, berpakaian seksi dan mempertontonkan keindahan tubuhnya secara langsung yang dapat membangkitkan nafsu birahi pada acara konser atau pertunjukan di atas panggung, dan setiap orang atau badan dilarang mengadakan hiburan kafe yang mengarah pada perbuatan asusila yang tidak dapat diterima oleh budaya masyarakat.

Terkait tempat karaoke yang diizinkan, lanjutnya, karaoke keluarga yang tergabung dalam usaha Kafe, Restoran, Rumah makan, Hotel/penginapan dengan izin secara terpisah, dan jam beroperasinya dari jam 10.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB. Dan tempat karaoke tersebut harus mematuhi Perda yang telah ditentukan, seperti tidak menyediakan atau menerima PSK atau WTS dan tidak menyediakan minuman keras. Kemudian dilarang memfasilitasi untuk terjadinya perbuatan maksiat, membuat sekat-sekat dalam ruangan karaoke sehingga memungkinkan terjadinya perbuatan maksiat, memakai lampu remang-remang, mengganggu lingkungan sekitarnya dan menyediakan wanita pemandu karaoke untuk pengunjung, kata Ramlan Nurmatias kepadaMinangkabauNews.com, Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian SK4 Dodi Andresia,Selasa (2/4/2019) di ruang kerjanya

Dodi Andresia menjelaakan Tim SK4 pada Senin malam (1/4/2019) melakukan penertiban sebuah tempat hiburan kafe bernama SANI di jalan A.Yani,Dari hasil penertiban tersebut tim mengamankan 4 orang wanita berinisial SR usia 45 tahun, L usia 43 tahun, Y usia 45 tahun dan MA usia 20 tahun diduga sebagai WTS yang sedang berada di dalam kafe tersebut.

"Ketika Tim menuju lokasi keempat orang wanita tersebut sempat lari dan bersembunyi didalam kafe, wanita yang terjaring selanjutnya dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan penyelidikan serta penerapan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku," ucap Dodi.(Iwin SB)


Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)


Polling Capres cawapres 2019-2024

[ Ikuti Terus Minangkabaunews Melalui Sosial Media ]



REKOMENDASI
Selengkapnya
TERPOPULER
Selengkapnya
VIDEO
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber