× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Ketua Bawaslu Padang Pariaman Sesalkan Pemberitaan Terbalik di Dua Media Online

Kamis, 04 April 2019
Ketua Bawaslu Padang Pariaman Sesalkan Pemberitaan Terbalik di Dua Media Online
Ketua Bawaslu Padang Pariaman, Anton Ishaq saat menyampaikan materi dengan moderator Anton Wira Tanjung.

PADANG PARIAMAN - Ketua Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman Anton Ishaq sesalkan pemberitaan terbalik di dua media online yang terbit beberapa waktu lalu, demikian ia sampaikan usai menyampaikan materi dalam kegiatan diskusi Fasilitasi, Publikasi dan Dokumentasi Pengawasn Pemilu di salah satu hotel di Nagari Lubuk Alung pada Rabu (3/04).

Tema Diskusi Koordinasi Kehumasan Mitra Bawaslu Kab. Padang Pariaman dengan pemantik diskusi Kordiv. Pencegahan dan Penindakan Bawaslu Sumbar Fivner, Ket. Bawaslu setempat Anton Ishag, Kordiv. Pencegahan dan Penindakan Bawaslu Padang Pariaman Zainal Abidin dan dari KI (Komisi Informasi) Sumbar Arfitrianti.

Usai penyampaian materi dan diskusi dilanjutkan dengan Launching Web. Bawaslu Kab. Padang Pariaman.

Pertama kali yang perlu kami garis bawahi adalah, Bawaslu Padang Pariaman tidak pernah diminta di wawancarai tentang rekomendasi ASN Kemenag. Kab. Padang Pariaman dari KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara)

"Tiba-tiba ada berita di dua buah media online yang ternyata terbalik. Secara Substansi yang mendapatkan sanksi disiplin sedang itu adalah Suhendrizal kemudian yang mendpatkan sanksi pernyataan terbuka adalah Irsyad," terangnya.

"Sedangkan di dua media online itu ternyata isi tulisan beritanya terbalik. Di dua media tersebut disebutkannya bahwa yang mendapatkan sanksi sedang adalah Irsyad, kemudian yang mendapatkan sansksi pernyataan terbuka Suhendrizal yang keduanya merupakan ASN Kemeng. Kab. Padang Pariaman," ulasnya.

Anton Ishaq menambahkan, pemberitaan yang keluar di dua media online dimaksud, dikhawatirkan akan merugikan pihak bersangkutan yang kena sanksi.

"Dalam waktu dekat kita akan lakukan koreksi dan klarififikasi, apakah melalui hak jawab ataupun jumpa pers atas pemberitaan sanksi terhadap ASN yang melanggar netralitas itu," sambungnya.

Anton mengungkapkan adapun temuan, yang masuk dalam catatan ada sebanyak 20 kasus dan Laporan dari berbagai pihak ada 6 kasus.

Yang diproses dan ada yang dihentikan, laporan yang dihentikan dikarenakan pelapor tidak dapat menjelaskan dan membawa bukti materil maupun formil.

"Sedangkan dalam Per. Bawaslu No.7 menyebutkan bahwa penanganan laporan dan temuan sarat materil itu harus dipenuhi, artinya pihak terlapornya siapa, dan jika tidak ada berarti cacat secara materil, sehingga prosesnya tidak bisa kita lanjutkan," pungkas Anton.

Sedangkan proses dugaan pelanggraan netralitas ASN yang sudah diputus ada sebanyak tiga kasus. Satu orang yang bekerja di lingkungan Dinas Pendidikan Padang Pariaman yang juga merupakan anggota Panwascam di Bawaslu dengan bentuk sanksi disiplin sedang berdasarkan rekomendasi dari KASN.

Yang kedua dari ASN Kemenag. Sebagaimana disebutkan diatas sebanyak dua orang.

"Sedangkan yang belum dibalas oleh KASN pusat yakninya pelanggaran netralitas ASN yang dilakukan oleh seorang kepala dinas salah satu OPD di Kabupaten Padang Pariaman, berkas prosesnya sudah dikirim tinggal menunggu saja, apa bentuk sanksi yang nantinya diterima oleh Kepala Dinas itu," ulasnya.

Sedangkan untuk temuan lanjutnya, kasus yang menimpa Wakil Kepala Daerah yakninya Suhatri Bur sebagai Wakil Bupati, yang dalam prosesnya disangkakan Ia melukakan kampanye.

"Hasil kajian kasusnya telah kita keluarakan, sebagaimana diketahui banyak pihak, bahwasanya kasus ini tidak bisa diteruskan. Karena tidak memenuhi cukup unsur dalam sidang Gakumdu, khususnya saat sidang pembahasan kedua. Dikatakan tidak lengkal karena baik keterangan maupun berdasarkan UU dan juga pasal 547 yang disangkakan, serta berdasarkan hasil video rekaman, tidak ditemukannya unsur yang memenuhi Difinisi Kampanye secara keseluruhan," tutupnya. (war)


Editor/Sumber: Siel Saputra


Polling Capres cawapres 2019-2024

[ Ikuti Terus Minangkabaunews Melalui Sosial Media ]



REKOMENDASI
Selengkapnya
TERPOPULER
Selengkapnya
VIDEO
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber