× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Kampanye Nasional Terakhir Capres 01 di GBK, KPAI Temukan Kembali Ramai Anak Pakai Atribut Partai

Sabtu, 13 April 2019
Kampanye Nasional Terakhir Capres 01 di GBK, KPAI Temukan Kembali Ramai Anak Pakai Atribut Partai
Kampanye terakhir capres 01 di gbk (dok: kpai)

JAKARTA --Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra mengatakan, pihaknya menyayangkan banyak anak-anak di bawah umur yang ikut kampanye terbuka calon presiden nomor urut 01 di Gelora Bungkarno, Jakarta, Sabtu, (13/4/2019).

Menurut hasil temuan KPAI, Anak-anak yang dibawa oleh orang tuanya dengan kendaraan bermotor dan kendaraan lainya memakai atribut salah satu Partai pendukung. Adapun atribut yang terlihat dipakai oleh anak-anak seperti baju kaos Capres-Cawapres atau partai, topi berlogo partai, ikat kepala bendera merah putih ditambah dengan logo partai.

KPAI mendapatkan vidio kegiatan kampanye di panggung seberang jalan Hotel Grand Hayat Jakarta Pusat oleh partai pendukung. Ada anak usia sekitar 5-7 tahun memakai ikat kepala berlogo partai ditambah bendera merah putih ukuran kecil yang diselipkan kiri dan kanan kepala anak, ikut berjoget didepan panggung dengan nyanyian dukungan capres 01 bersama lelaki yang diduga orang tuanya. Bahkan dalam vidio tersebut panitia melihat anak, namun tidak ada upaya pencegahan agar anak tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

"Tentu kita berharap kehadiran anak-anak dalam kegiatan kampanye ini diminta kepada panitia pelaksana untuk menghimbau agar anak-anak tidak dibawa dalam rombongan dewasa yang penuh sesak di GBk.Sehingga hak-hak anak terkait keamanan dan kenyamanan bisa didapatkan. Apalagi anak-anak memiliki keterbatasan fisik yang tidak sama dengan orang dewasa. Belum lagi mereka mengalami tekanan psikologis yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak dalam jangka panjang.Selanjutnya anak juga mendengarkan pernyataan-pernyataan tim kampanye yang menyerang pihak lawan yang seharusnya anak memiliki hak informasi yang layak didengar," ujarnya

Jasra Putra mengharapkan sesuai dengan undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu pasal 280 ayat 2 huruf k bisa ditindak lanjuti oleh Bawaslu. Perlindungan anak harus menjadi komitmen semua stakeholders termasuk pemenuhan hak-hak anak agar tidak disalah gunakan dalam kegiatan politik. "Orang tua selaku orang yang terdekat dari anak semestinya tidak membawa anak-anak terlibat dalam kampanye terbuka tersebut. Sehingga ana bisa bermain dengan temanya dan mendapatkan lingkungan yang ramah terhadap tumbuh kembangnya," tutupnya. (RI)


Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)




[ Ikuti Terus Minangkabaunews Melalui Sosial Media ]



REKOMENDASI
Selengkapnya
TERPOPULER
Selengkapnya
VIDEO
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber