× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Pemerintah Kota Bukittinggi Salurkan Gas Elpiji Subsidi Non Tunai

Senin, 22 April 2019
Pemerintah Kota Bukittinggi Salurkan Gas Elpiji Subsidi Non Tunai
Gas elpiji 3 Kg yang disalurkan kepada masyarakat bawah.

BUKITTINGGI - Kota Bukittinggi menjadi salah satu dari 7 Kota di Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk uji coba penyaluran gas elpiji bersubsidi secara non tunai dengan sistem biometrik. Pelaksanaan penyaluran sistem baru, agar penyaluran gas bersubsidi tepat sasaran itu, mulai dilaksanakan Senin (22/4/2019).

Kepala bagian Perekonomian Setdako Bukittinggi, Rismal Hadi saat dimintai keterangan menjelaskan, Kota Bukittinggi ditunjuk sebagai salah satu dari tujuh daerah di Indonesia, untuk pelaksanaan pelaksanaan program gas elpiji non tunai sistem biometrik. Sebelumnya telah dilaksanakan, sosialisasi terkait, cara kerja program pelaksanaan sistem non tunai dan bagaimana proses mendapatkannya.

"Bulan Maret lalu telah kita laksanakan proses sosialisasi dan registrasi. Hari ini uji coba tahap pertama dilaksanakan sejak tanggal 22 April hingga 15 Mei mendatang. Pendistribusian dilakukan pada pukul 13.00 hingga 17.00 WIB setiap harinya, kecuali hari Minggu," jelas Rismal.

Untuk tahap pertama ini, dilakukan pendistribusian di 14 pangkalan yang tersebar di enam Kelurahan. Penyaluran gas elpiji bersubsidi secara Non Tunai dengan sistem Bio Metrik dilaksanakan TNP2K bekerjasama dengan BRI dalam hal penyaluran dana bantuannya.

"Kita berharap penyaluran gas elpiji 3 kg bersubsidi secara non tunai dengan sistem biometrik berjalan lancar, sehingga penyalurannya benar-benar tepat sasaran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM)," tegasnya.

Rismal Hadi lebih lanjut menjelaskan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) merilis hanya sekitar 25 persen kelompok masyarakat yang masuk kategori 30 persen termiskin di Indonesia yang menjadi penerima subsidi gas elpiji 3 kg. Sementara 65 persen lainnya berasal dari kelompok 50 persen terkaya.

"Atas dasar data itu, agar gas elpiji 3 kg subsidi ini tepat sasaran dalam penyalurannya, maka TNP2K merencanakan penyaluran elpiji bersubsidi secara non tunai melalui sistem Bio Metrik. Untuk melaksanakan kegiatan itu, terlebih dahulu diadakan uji coba di tujuh daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Masing-masingnya, Kota Bukittinggi, Kota Tumohon, Kota Administratif Jakarta Utara, Kota Kediri, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Gunung Kidul," jelas Rismal Hadi.

Khusus untuk uji coba di Kota Bukittinggi, lanjutnya, akan dilaksanakan di enam Kelurahan di dua Kecamatan, masing-masing di Kecamatan Guguk Panjang meliputi Kelurahan Tarok Dipo, Kelurahan Pakan Kurai dan Kelurahan Aua Tajungkang Tengah Sawah (ATTS). Sedangkan di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) meliputi Kelurahan Campago Ipuah, Kelurahan Puhun Tembok dan Kelurahan Campago Guguak Bulek.

"Target masyarakat yang diberikan subsidi gas elpiji 3 kg dalam uji coba ini, masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga kurang mampu yang telah ditetapkan dalam data BDT (Basis Data Terpadu) yang jumlanya mencapai 1.290 KK," pungkas Rismal Hadi. (Iwin SB)


Editor/Sumber: Siel Saputra




[ Ikuti Terus Minangkabaunews Melalui Sosial Media ]



REKOMENDASI
Selengkapnya
TERPOPULER
Selengkapnya
VIDEO
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber