× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Azwar Anas dan Yayasan Harapan Bundo, Legacy Seorang Pemimpin

Kamis, 08 Agustus 2019
Azwar Anas dan Yayasan Harapan Bundo, Legacy Seorang Pemimpin
Letjen (TNI Purn) Ir. Azwar Anas Datuak Rajo Sulaiman (Foto: Dok.Istimewa)

Oleh: dr. Hardisman, MHID, PhD

Bapak Letjen (TNI Purn) Ir. Azwar Anas Datuak Rajo Sulaiman tidaklah asing bagi masyarakat Sumatera Barat, terutama bagi mereka kelahiran sebelum tahun 1980an. Beliau adalah Gubernur Sumatera Barat yang ke-4, yang menjabat selama dua periode dari tahun 1977 hingga tahun 1987.

Beliau dikenal oleh masyarakat bukan hanya karena beliau pernah menjabat, tetapi juga karena ketokohan dan figur kharismatiknya selama beliau memimpin provinsi ini. Pada zaman kepemimpinannya, pembangunan Sumatera Barat mendapatkan perhatian yang baik.

Sesuai dengan kondisi politik saat itu, dan dengan latar beliau dari TNI, maninggal ABRI dan rakyat juga menjadi perhatian, sehingga bisa dikatakan baik secara pembangunan fisik dan ketenteraman sangat dirasakan oleh masyarakat.

Nama dan kiprah beliau mulai bersinar tatkala dipanggil oleh Harun Zain Gubernur Sumbar Saat itu, untuk memimpin dan menyelamatkan PT Semen Padang. Dengan keinginan mengabdi untuk negeri, beliau mau meninggalkan karirnya saat itu sebagai perwira TNI yang sedang memimpin PT.Pindad. Padahal saat itu kondisinya justru sangat berbeda, Semen padang dalam keadaan tidak sehat, dan dia mesti benyak berkorban untuk itu.

Ketokohannya, figur kharismatiknya juga dikenal bagi masyarakat di luar Sumatera Barat, atau bangsa Indonesia pada umumnya. Beliau pernah menjabat Menteri pada masa Presiden Soeharto, dari tahun 1988-1983 sebagai Menteri Perhubungan, dan sebagai Menkokesra tahun 1995- hingga 1998 saat jatuhnya presiden.

Sejarah membuktikan, dalam hal kepemimpinan dan masalah birokrasi, hampir tidak ditemukan cacat pada beliau. Bahkan hingga hari ini, kiprah dan namanya terus dikenang.

Kepedulian beliau terhadap kegiatan kemasyarakatan dan pembinaan generasi muda juga sangat kuat. Salah satunya dengan mendukung prestasi olah raga sepak bola di Sumatera Barat, dengan dukungan penuh pemerintah provinsi saat ia menjadi gubernur tahun 1980 dengan terbentuknya Semen padang FC.

Kepedulian dan dukungan beliau terhadap kemajuan Sepak Bola di Tanah Air tetap berlanjut tatkala menjadi menteri. Hal ini tetbukti dengan dipercayanya beliau selama hampir dua periode menjabat sebagai Ketua PSSI pada tahun 1991-1995 dan 1995-1998.

Belajar dari sejarah para pemimpin, baahwa setiap pemimpin akan meninggalkan sejarah dan warisan atau peninggalan (legacy). Setiap pemimpin akan dikenang karena apa yang dilakukannya saat berkuasa.

Jika yang ditinggalkan adalah monument dan gedung, namanya akan dikenang karena Gedung dan monumen itu. Tatkala jasa dan budi tak dikenang lagi, maka monumen dan gedungpun akan hancur dan sirna. Lalu namanya akan dilupakan seiring dengan perjalanan waktu.

Namun ada yang jauh lebih abadi, bila seorang pemimpin mampu menorehkan amal jariyah. Inilah yang pernah dilakukan oleh Bapak Azwar Anas ketika kuat dan sehatnya.

Bersama dengan istri, Ibu Jusmeini (almh) dan beberapa tokoh Sumatera Barat lainnya beliau membuat sebuah yayasan yang bergerak dalam pembinaan generasi muda (mahasiswa) dan sekaligus memberikannya beasiswa pendidikan. Yasyaan tersebut dinamakan dengan Yayasan Harapan Bundo (YHB).

Sesuai dengan nama yayasan yang dibentuknya, mahasiswa yang dibina dalam Yayasan menjadi harapan negeri Minangkabau ini, atau harapan Bundo Kanduang. Silahkan berkiprah dan berprestasi dimanapun sesuai dengan bidang ilmu dan kepakarannya, namun tetaplah menjadi harapan, contoh, dan teladan. Disamping itu, prestasi dan gemilang itu juga ditopang dengan akhlak yang mulia. "Nama Bundo" dalam Yayasan ini sebagai simbolik akhlak utama, sebagaimana berbaktinya seseorang yang paling utaama adalah pada Ibu (bundo) nya.

Cita-cita dan harapan itu diwujudkan dengan pembinaan yang berkesinambungan, terutama bagi angkatan-angkatan pertama anak-anak YHB tersebut. Pembinnaan terus berjalan hingga akhir 1990an, dan meskipun sedikit menurun setelah itu.

Cita-cita dan harapan dari Bapak Azwar Anas terhadap anak-anaknya di YHB telah terbukti dengan berkiprahnya mereka setelah mereka menamatkan pendidikannya. Sudah banyak mereka yang berkiprah pada hampir semua bidang dan profesi.

Alumni YHB di telah berkiprah di birokrasi pemerintahan, majelis ulama, rumah sakit, pendidikan tinggi, kehakiman, kejaksaan, dan pengusaha. Mereka telah ikut juga memegang posisi penting dalam karir mereka, sehingga telah ikut pula dalam pembangunan bangsa dan pembinaan generasi. Setiap kiprah kebaikan mereka menjadi buah amal jariyah bagi Bapak Azwar Anas dan Ibu.

Apa yang dicita-citakan Bapak Azwar Anas dan Ibu beserta tokoh-tokoh lainnya, telah membuahkan hasil. Disamping itu, kedekatan (Bounding) para alumni YHB yang saat ini juga telah menjadi tokoh juga sangat kuat dengan beliau, yang juga merupakan buah dari pebinaan tersebut. Inilah hikmah yang bisa dipetik bagi pemimpin saat ini.

Akhir Juli 2019 lalu, Bapak Azwar Anas pulang ke kampung halamannya di Padang, dan beliau mengagendakan khusus berkumpul bersama dengan anak-anaknya alumni YHB, disamping pertemuan lainnnya. Ada cerita, ada kisah dan himah, namun yang lebih penting nasehat seorang Bapak terhadap anak-anaknya tidak pernah luntur.

Pada tahun ini, tepatnya 2 Agustus 2019 beliau telah dikarunia umur oleh Yang Maha Kuasa 86 tahun. Dengan perjalanan umur dan pengalaman yang panjang, beliau telah ikut membangun negeri, baik pembangunan fisik ataupun karakter bangsa.

Dari anak-anaknya, alumni YHB, tidak ada yang dapat dipersembahkan selain untaian doa bagi Ayahanda. "Terimakasih Ayahanda Azwar Anas atas nasehat dan dukunganmu dalam menempuh pendidikan dan meniti kehidupan." "Semoga sehat selalu ayahanda, dan selalu mendapat keberkahan umur dari Allah Subhanahu Wataala." (*)


Penulis adalah Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK-UNAND), Padang dan Alumni YHB


Editor/Sumber: Reza S




[ Ikuti Terus Minangkabaunews Melalui Sosial Media ]



REKOMENDASI
Selengkapnya
TERPOPULER
Selengkapnya
VIDEO
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber