× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Heboh Video Gelembung Raksasa di Selat Sunda Dekat Gunung Krakatau, Begini Kata Ahli Vulkanologi

Rabu, 01 April 2020
Heboh Video Gelembung Raksasa di Selat Sunda Dekat Gunung Krakatau, Begini Kata Ahli Vulkanologi
Gelembung di Selat Sunda. (Foto: BKSDA Lampung)

Eka putra, SE for Tanah Datar 1

NASIONAL - Gelembung udara berukuran besar ditemukan di Perairan Selat Sunda, Lampung. Fenomena ini muncul di bibir pantai Gunung Anak Krakatau.

Kemunculan fenomena alam gelembung udara di lautan Selat Sunda ditemukan secara tak sengaja petugas pengamanan dari BKSDA Bengkulu Lampung berpatroli menggunakan kapal di sekitar Cagar Alam dan Cagar Alam Laut atau CA dan CAL Kepulauan Krakatau. Fenomena ini ditemukan pada 30 Maret 2020.

"Gelembung udara yang cukup besar hingga terlihat menyembur sampai ke permukaan air dijumpai oleh tim pengamanan kawasan di bagian sisi timur tak jauh dari bibir pantai Gunung Anak Krakatau," tulis CA dan CAL Kepulauan Krakatau di akun resminya, Rabu (1/4/2020).

Petugas tak mengetahui secara pasti dari mana dan apa yang menyebabkan gelembung itu muncul. Namun kuat dugaan gelembung itu merupakan bagian dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dalam rekaman video yang disiarkan CA dan CAL Kepulauan Krakatau, terlihat jelas gelembung muncul dari dasar laut tanpa henti.

Meski tidak mengetahui apa yang terjadi dengan gelembung itu. Namun, petugas menduga kemunculan gelembung itu ada kaitannya dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengatakan bahwa sebenarnya fenomena gelembung yang ditemukan petugas BKSDA itu memang ada di sekitar bibir pantai Gunung Anak Krakatau. Fakta ini diterangkan Kepala Bidang Gunungapi PVMBG, Hendra Gunawan.




"Kalau sekitar GAK (Gunung Anak Krakatau) sejak tahun 2007 juga setidaknya memang ada gelembung dan membuat sedikit menjadi hangat di satu titik di pantai GAK," kata Hendra.

Hendra menjelaskan, gelembung yang muncul di Selat Sunda itu berasal dari lubang-lubang yang ada di tubuh Gunung Anak Krakatau.

"Di bagian tubuh gunungapi ada lubang-lubang keluar gas dan suhunya sedikit hangat adalah fenomena umum," ujar dia.

Menurut Hendra, meski gelembung yang muncul terjadi menerus. Tapi berdasarkan pengamatan PVMBG, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tenang.

"Secara umum aktivitas GAK sejak 1 bulan terakhir relatif tenang, jumlah gempa vulkanik yg terekam sedikit (< 5 kejadian per hari), demikian juga secara visual, berupa hembusan asap putih dengan tinggi 50-100 meter per harinya," kata dia.

Untuk diketahui, Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia. Bahkan letusannya 22 Desember 2020 telah memicu terjadinya gelombang tsunami yang menerjang Anyer, Banten.

Berikut video penampakan gelembung tersebut:

View this post on Instagram

. Gelembung udara yang cukup besar hingga terlihat menyembur sampai ke permukaan air dijumpai oleh tim pengamanan kawasan di bagian sisi timur tak jauh dari bibir pantai Gunung Anak Krakatau. Tidak diketahui penyebabnya namun hal ini kemungkinan diperkirakan adanya aktivitas vulkanik di dasar laut berupa gas yang keluar dari tubuh gunung tersebut. Gelembung ini dijumpai saat tim pengamanan tengah berpatroli laut mengelilingi kawasan Cagar Alam dan Cagar Alam Laut Kepulauan Krakatau. Dilarang masuk kawasan ini tanpa surat ijin masuk (SIMAKSI) dari BKSDA Bengkulu Lampung.. . . . #krakatau #gununganakkrakatau #gelembung #bubbles #cagaralam #cagaralamlaut #kepulauankrakatau #kawasanberbahaya #krakataubukantempatwisata

A post shared by CA & CAL Kepulauan Krakatau (@krakatau_ca_cal) on

(vv)

Loading...
Editor/Sumber: Romeo/viva

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email
REKOMENDASI
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber