× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Dinas Pangan Pessel Gelar Pasar Murah di Tengah PSBB, Ratusan Warga Berkerumun

Kamis, 07 Mei 2020
Dinas Pangan Pessel Gelar Pasar Murah di Tengah PSBB, Ratusan Warga Berkerumun
Suasana pasar murah yang di laksanakan Dinas Pangan Pessel, ratusan warga berkerumun di tengah PSBB, Kamis (07/05/2020)

Eka putra, SE for Tanah Datar 1

PESISIR SELATAN - Dinas Pangan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), menggelar pasar pangan murah bagi warga miskin yang terdampak ancaman Covid-19. Pada Kamis (7/5) pagi di Kantor Dinas Pangan setempat.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Pangan Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Dalam pelaksanaannya sangat di sayangkan, kegiatan tersebut menimbulkan kerumunaan massa.

Tentunya, kegiatan itu bertentangan dengan maklumat Kapolri yang berisikan imbauan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan dengan mengumpulkan orang banyak.

Dengan maklumat itu, Polri mengajak masyarakat menerapkan physcal distancing secara disiplin. Demi untuk memutus mata rantai Covid-19.

Kegiatan itu, selanjutnya juga bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB itu juga berbunyi, masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berkumpul, mengumpulkan orang banyak.

Pantaun Minangkabaunews.com di lapangan, sembako murah ini diangkut oleh dua unit mobil pick up Toko Tani Indonesia Center (TTIC) dan terpampang bergambar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur, Nasrul Abit. Dua unit mobil tersebut terparkir di halaman kantor Dinas Pangan Pessel.




Tidak berselang lama, akhirnya mobil pick up tersebut meninggalkan Kantor Dinas Pangan Pessel, dengan mengangkut sembako murah yang hendak dijual murah kepada ratusan warga.

Mendengar adanya pasar murah, ratusan warga berbonding-bondong mendatangi Kantor Dinas Pangan Pessel, yang didominasi oleh kaum ibuk-ibuk. Dan ratusan warga mendesak masuk ke ruangan Kantor Dinas Pangan Pessel.

Namun, tidak terbendung dengan desakan warga, sejumlah Pegawai Dinas Pangan terpaksa menggubarkan kerumunan warga dengan cara paksa tanpa dibantu petugas dari Kepolisian.

Informasi dihimpun wartawan di lapangan, ratusan warga tersebut diperintahkan untuk membawa Kartu Keluarga (KK) supaya dapat membeli bahan pokok murah dengan harga yang bervariasi.

Salah seorang warga Painan Tresna (43) mengatakan, dirinya mendapat kabar dari tetangganya, jika warga hendak membeli sembako murah dianjurkan membawa KK.

"Mendengar kabar adanya sembako murah di Kantor Dinas Pangan Pessel, maka saya mendatangi bersama warga lainnya. Eh sesampai di Kantor Dinas Pangan Pessel, sembako tersebut tidak ada lagi, karena mobil pengangkutnya sudah pergi," ujarnya pada wartawan.

Dirinya bersama warga berharap dapat bembeli sembako murah. Kami sebenarnya takut berkerumun, tapi kami berharap dapat membeli sembako murah ditengah ancaman Covid-19 ini, ungkapnya.

Kepala Dinas Pangan Pessel, Alfis Basyir mengatakan, pihaknya sempat terkesima dengan membludaknya warga mendatangi Kantor Dinas Pangan, akhirnya, pihaknya terpaksa menghentikan dan menyuruh warga pulang.




"Kami sempat kaget, penghentian ini sudah kami koordinasikan dengan Kodim Pessel 0311. Kami juga heran, kenapa warga bisa membludak seperti itu. Padahal kami tidak memberi tau secara umum, ujarnya kepada wartawan di Painan, Kamis (07/05/2020).

Alfis menyebutkan, jumlah paket golongan I sebanyak 342, dengan harga nominal Rp100 ribu dan didiskon 50 persen dan paket golongan II dengan harga Rp150 ribu berisi satu krai atau satu lapik telur dan 5 Kg beras.

Selanjutnya, paket golongan III dengan harga Rp75, diskon 25 persen yang berisi 1Kg daging baku dengan jumlah 60 paket.

"Tadi ada sekitar 400 warga yang menyerahkan KK kepada kami. Namun, yang sudah terjual sekitar 270 paket dan sisanya ada 171 paket. 171 paket itu kami bawa ke Kecamatan Koto XI Tarusan, karena di Tarusan tertib, selian itu Tarusan juga kekurangan sembako", ujarnya.

Lanjut Alfis mengatakan, warga yang berhak membeli sembako adalah warga miskin yang benar-benar terdampak Covid-19, tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya akan mengusulkan kembali kepada Dinas Pangan Provinsi, jika nanti dikabulkan usulan itu maka akan diterapkan sistem online bagi warga yang hendak membeli sembako murah ini. Demi untuk menghindari kerumunan warga, tutupnya. (Ronal)

Loading...
Editor/Sumber: Tirman

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email
REKOMENDASI
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber