× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Sempat Bikin Singapura Jengkel, Kapal Perang Canggih Indonesia Ini juga Halau China di Natuna

Rabu, 20 Mei 2020
Sempat Bikin Singapura Jengkel, Kapal Perang Canggih Indonesia Ini juga Halau China di Natuna
KRI Usman Harun 359 (Foto: Dok. Istimewa)

Eka putra, SE for Tanah Datar 1

NASIONAL - Beberapa waktu lalu, tepat di awal tahun Indonesia dikejutkan dengan kedatangan kapal China yang berada di perairan Natuna. Tentu untuk menghadapi kapal milik negara terbesar kedua itu harus menggunakan kapal perang yang terbaik.

Kedatangan kapal nelayan China ini bertujuan untuk mengambil ikan yang berada di laut Indonesia. Salah satu KRI yang berhasil membuat kapal China ini gentar adalah KRI Usman Harun 359.

Dilansir dari TNI AL, Rabu (20/5/2020), KRI yang diluncurkan pada tahun 2011 ini memiliki spesifikasi yang tidak jauh berbeda dengan KRI Bung Tomo 357. KRI Usman Harun 359 ternyata dilengkapi dengan Radar Navigasi dan Surveillance untuk mendukung pengamatan udara.




Selain itu, kapal perang RI ini dikontrol secara komputerisasi oleh IPMS (Integrated and Platform Manajemen System) sehingga jika ada kerusakan atau failure pada salah satu sistem kapal akan terdeteksi secara dini.

Awal mula KRI Usman Harun 359 membuat Singapura panas adalah ketika kapal ini hendak melakukan evakuasi dari tragedi jatuhnya AirAsia QZ8501 di perairan Karimata, Kalimantan Tengah, Januari 2015 lalu.

Pada waktu itu salah satu media Singapura (ChinChannel News Asia (CNA) yang memasang artikel dengan judul "Indonesia deploys controversial KRI Usman Harun for AirAsia plane search".

Artikel tersebut menyinggung tentang penamaan yang diberikan kepada KRI berjenis krovet itu. Namun menurut Indonesia, pemberian nama Usman Harun diambil dari dua mantan prajurit TNI yaitu Usman Janatin dan Harun Thohir.




Singapura menangkap Usman dan Harun karena melakukan pengeboman pada tahun 1965. Kejadian itu menewaskan setidaknya tiga orang dan 33 orang lainnya terluka. Namun berbeda dengan pandangan Indonesia, keduanya ikut andil dari operasi militer Komando Mandala Siaga.

Operasi militer Komando Mandala Siaga merupakan bagian dari seruan Presiden Sukarno untuk melawan Malaysia. Tidak hanya Usman Harun saja, namun ada satu prajurit yang ikut dalam operasi itu yaitu Gani Bin Arup.

Mereka kemudian dikirim untuk melakukan sabotase di Singapura yang saat itu masih menjadi bagian dari Federasi Malaysia. Mereka kemudian melakukan pengeboman berbekal bahan peledak 12,5 kilogram di MacDonalds House.

Namun sayang, hanya Gani saja yang berhasil lolos dari penangkapan Singapura. Usmar Janatin dan Harun Thohir harus tewas di tangan Singapura, karena keduanya mendapat hukuman dengan cara digantung. (vv)

Loading...
Editor/Sumber:

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email
REKOMENDASI
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber