× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Tetap Laksanakan Shalat Idul Fitri Berjamaah, Ini Ketentuannya

Sabtu, 23 Mei 2020
Tetap Laksanakan Shalat Idul Fitri Berjamaah, Ini Ketentuannya
Mesji Agung Nurul Fallah, Padang Baru, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, (Istimewa).

Eka putra, SE for Tanah Datar 1

AGAM -- Pemerintah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), mengimbau masyarakat melaksanakan Shalat Idul Fitri berjamaah di Mesjid atau di lapangan untuk dialihkan ke rumah masing-masing.

Hal ini, menyikapi masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III dan Surat Edaran Nomor: 400/246/KESRA/V/2020 Tanggal 20 Mei 2020 tentang Pelaksanaan Shalat Idul Fitri Berjamaah.

Khasman Zaini, Kabag Protokol-KP Setda Agam sekaligus Jubir GTP2 Covid-19 Kabupaten Agam mengatakan, Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah berkemungkinan jatuh pada tanggal 24 Mei 2020, masih masuk dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III. Sehingga masyarakat diimbau untuk melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri di rumah masing-masing.

"Namun, jika masyarakat masih berkeinginan melaksanakan Sholat Idul Fitri secara berjamaah terutama wilayah yang telah terkendali penyebaran Covid-19. Agar mempedomani fatwa MUI Nomor 28 tahun 2020 tentang panduan Kaifiat dan Sholat Idul Fitri saat pandemi Covid-19, maklumat dan taushiyyah MUI Sumbar," ujarnya.




Dilanjutkannya, untuk menciptakan rasa aman, Pemerintah Kecamatan, Forkopimca bersama Polri, TNI dan Satpol PP melakukan pengamanan dengan menjaga serta menfasilitasi ketertiban secara maksimal mungkin. Mengawasi secara ketat dan masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan sesuai pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Dijelaskan lebih lanjut, terdapat beberapa syarat dan ketentuannya yang harus dipenuhi bagi masyarakat yang tetap melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah.

Pertama adanya penetapan dari pejabat berwenang bahwa di daerah tersebut tidak sedang mewabahnya Covid-19. Kedua, daerah tersebut telah ditutup akses pintu masuk dan keluar. Sehingga tidak memungkinkan bercampur orang yang dimungkinkan sakit dengan orang yang sehat.

Ketiga, tidak ada kasus positif Covid-19 di wilayah masjid tersebut. Keempat, jamaah adalah warga yang dikenal. Kelima, jemaah membawa sajadah dan mengatur jarak. Ke enam, pengurus masjid menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun, tisu dan air. Ketujuh, khutbah Istiqshad atau disederhanakan.

Selanjutnya, pada saat keluar masjid tetap menjaga jarak dan tidak boleh berkerumunan. Dan terakhir dibentuk tim khusus yang dapat mengawasi pelaksanaan ketentuan-ketentuan sebagai disebut diatas.

"Ketentuan ini dibuat untuk kemaslahatan bersama. Menjaga shalat Idul Fitri dianggap aman, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Kami dari Pemerintahan Kabupaten Agam, mengucapkan Minal Aidil Walfaizin, mohon maaf lahir dan bathin kepada kita semua. Semoga kita selalu mendapat perlindungan dari ALLAH SWT. Musibah ini cepat berakhir sesuai harapan kita semua," tutupnya. (JNS)

Loading...
Editor/Sumber: JNS

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email
REKOMENDASI
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber