× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Tersangka Kasus Mafia Tanah 674 Ha Lehar Meninggal Dunia, Ini Kata Pakar Hukum Pidana

Jumat, 03 Juli 2020
Tersangka Kasus Mafia Tanah 674 Ha Lehar Meninggal Dunia, Ini Kata Pakar Hukum Pidana
Tersangka kasus mafia di Mapolda Sumbar. (Foto: Dok. Istimewa)

Eka putra, SE for Tanah Datar 1

PADANG -- Terkait kasus mafia Tanah Lehar, Pakar Hukum Pidana Universitas Ekasakti, Sahnan Sahuri Siregar mengatakan Ada standar yang berlaku di kepolisian dalam menyelidiki dan menyidik semua tindak pidana harus secara hukum, artinya kepolisian harus bertanggung jawab sesuai dengan fungsi kewenangan.

Menurut Sahnan, Tersangka yang telah meninggal dunia pada saat dilakukan penyidikan, kalau dia sudah meninggal berarti pertanggungjawaban pidananya terhadap dirinya tidak bisa dilakukan lagi, pertanggung jawaban pidana hilang, dan itu tidak bisa diwakilkan, karena itu pertanggung jawaban pidana bukan pertanggung jawaban perdata.

"Orang sudah meninggal mana bisa diproses, oleh karena itu semua tuntutan pidana atas dirinya hilang dengan sendirinya," tegasnya.




Kewenangan tuntutan pidana hapus dengan sendiri, katena tersangkanya sudah meninggal dunia. Lanjutnya, di dalam KUHP karena tersangka meninggal dunia adalah tidak ada hal2 yang dapat menuntut dan menjalankan pidana.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto membenarkan tersangka mafia tanah Lehar meninggal dunia di RS M. Jamik pagi kemaren.

"Iya, tersangka Lehar meninggal dunia pada Kamis (2/7/2020) sekitar pukul 22.10 WIB, RSUP M. Djamil Padang," ujar Satake, Jumat (3/7/2020).

Sebelumnya, Polisi Daerah Sumbar meringkus Tersangka komplotan Mafia Tanah Seluas 765 Hektar Diklaim Lehar CS.
Empat pelaku menipu para korbannya dengan mengaku memiliki tanah seluas 765 hektar di Kecamatan Koto Tangah itu. Salahsatu dari empat tersangka itu tersangka.

Para tersangka itu masing-masing berinisial EPM, berprofesi sebagai pekerja swasta. Kemudian LH seorang petani, MY nelayan dan YS pekerja swasta. Mereka dijerat dengan Pasal 236 KUHP tentang pemalsuan surat dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. (RI)

Loading...
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email
REKOMENDASI
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber