× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Gara-gara Anjing, WNA Amerika Aniaya Seorang Pelajar di Mentawai

Jumat, 03 Juli 2020
Gara-gara Anjing, WNA Amerika Aniaya Seorang Pelajar di Mentawai
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Eka putra, SE for Tanah Datar 1

MENTAWAI -- Warga negara asing asal Australia, Eric (38) yang pemilik usaha resort, diduga melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur. Kejadian tersebut terjadi di Pulau Sibigeu, Desa Malakopak, Kecamatan Pagai Selatan.

Anak di bawah umur yang masih status pelajar ini, merupakan warga Dusun Muaro Taikako timur, Desa Taikako.

Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi membenarkan insiden pemukulan terhadap korban tersebut yang terjadi pada Selasa (30/6/2020) sekira pukul 22.00 Wib.

"Insiden pemukulan ini berawal ketika korban Derhat Caleg Sababalat (15) menyampaikan kepada Eric (38), bahwa anjing milik pelaku mati di pinggir pantai," terang Kapolsek kepada Minangkabaunews, Jumat (03/06/2020).




"Saat itulah korban dipukuli saat pelaku melihat kondisi anjing miliknya ditemukan mati tergeletak, ujarnya.

"Diduga WNA tersebut tidak menerima anjingnya mati dan pelaku menuduh korban sebagai pelaku yang membuat anjingnya mati," tambahnya.

"Saat kejadian, pelaku memegang korban lalu dipukul berulang-ulang, kata Kapolsek.

"Melihat dipukuli secara kasar, teman-teman korban yang menyaksikan kejadian lari ketakutan," tutur Kapolsek.

Setelah insiden pemukulan ini, korban bersama keluarga melaporkan kejadian ke Polsek Sikakap dengan Laporan Polisi No. : LP/18/K /VII/2020/Polsek. Tanggal 1 Juli 2020 Tentang dugaan Perkara Penganiayaan.

Sementara Kapolres Mentawai, AKBP Dody Prawiranegara saat berbincang dengan awak media mengatakan, "terkait pemukulan yang dilakukan warga asing terhadap anak di bawah umur kasusnya harus naik. Warga asing tidak bisa berbuat seenaknya di Mentawai ini," sebut Kapolres saat peninjauan di Macaronis Resort.

"Kapolsek Sikakap sudah diperintahkan, untuk memproses kasus dugaan perkara penganiayaan ini untuk dilanjutkan, agar ada efek jera bagi warga asing yang datang ke Indonesia khususnya di Mentawai," tegas Kapolres.

Di tempat yang sama, dari keterangan Sekretaris Disparpora Mentawai, Aban Barnabas mengatakan, sampai saat ini rekomendasi TDUP dari perizinan belum ada dan keberadaan resort di Pulau Sibigeu sudah diketahui Pemkab Mentawai itu sendiri.

"Intinya soal legalitas resort di Pulau Sibigeu itu belum ada kita terima, kita belum mengetahui apakah sudah diurus atau belum," kata Aban kepada awak media.

"Termasuk izin usahanya juga belum ada, karena soal perizinan itu satu pintu, kalau memang sudah di urus pasti kami mengetahui dan ada laporannya, namun hingga saat ini belum ada rekomendasinya kami terima," ucap Aban.

"Sampai saat ini rekomendasi TDUP dari perizinan belum ada kita terima dan juga kita sudah sampaikan untuk segera mengurus izinnya," tandasnya. (Tirman)

Loading...
Editor/Sumber: Tirman

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email
REKOMENDASI
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber