× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Puluhan Wali Murid Protes PPDB Tingkat SMP dari Geruduk DPRD Hingga Kejar Kadisdik Padang

Selasa, 07 Juli 2020
Puluhan Wali Murid Protes PPDB Tingkat SMP dari Geruduk DPRD Hingga Kejar Kadisdik Padang
Puluhan ortu siswa kejar Kadisdik Padang Habibul Fuadi hingga ke mobilnya.

Eka putra, SE for Tanah Datar 1

PADANG -- Puluhan orang tua siswa mendatangi Kantor DPRD Padang, Mereka menuntut agar anak mereka bisa masuk ke SMP negeri, Selasa, (7/7/2020).

Salah seorang orang tua siswa, Beryanti mengatakan "PPDB Padang tahap 2 untuk tingkat SMP Tidak hanya yang memprioritas berusia muda, namun juga sangat merugikan peserta didik yang berasal dari mereka yang memiliki ekonomi lemah atau kurang mampu," sambungnya.

Polemik PPDB bermula Dinas Pendidikan Padang yang dinilai diskriminatif lantaran penerimaan calon siswa lebih mengutamakan usia dibandingkan zonasi dan prestasi.




"Saya selaku Orang tua siswa menyayangkan keputusan tersebut dan merasa kasihan dengan anak-anak yang telah bekerja keras," ungkapnya.

Beryanti mengatakan, aturan yang telah dibuat oleh Kementrian Pendidikan tidak sanggup diterjemahkan oleh Pemko Kota Padang melalui dinas pendidikan.

“Ekonomi sudah susah, masuk sekolah juga susah. Anak kami yang tidak cukup usianya dengan nilai baik tidak diterima di sekolah negeri melalui jalur zonasi. Jujur anak kami korban dari sistim yang dibuat oleh Dinas Pendidikan," sesalnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul mengungkapkan, yang menjadi kendala bagi pihaknya dinas adalah keterbatasan sekolah dan jumlah guru yang bisa mengajar di tingkat SMP. Selain itu, hasil PPDB tahap II di Kota Padang tetap akan mengeluarkan hasil akhir melalui zonasi.

"Saat tahun 2020 ini, jumlah tamatan SD di Kota Padang berjumlah 15.836 siswa, sedangkan daya tampung SMP negeri yang ada di Kota Padang hanya sanggup menampung 8.697 siswa," katanya.

Artinya, kata Habibul, dari tahun ke tahun jumlah tamatan SD yang dapat di terima di SMP negeri di kota Padang cuma dapat menampung 60 persen dari total siswa SD yang tamat. Sisanya, ditampung di Kemenag dan sekolah swasta.

"Untuk jumlah siswa dalam satu lokal berjumlah 24 rombongan belajar. Penerimaan siswa SMP pada tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya. PPDB tingkat SMP yang kita terima hampir sama seperti tahun sebelumnya melalui jalur prestasi, zonasi, afirmasi, dan perpindahan tugas orang tua," tandasnya.

Habibul menambahkan, permasalahan yang timbul saat ini adalah calon siswa SMP tidak diterima yang disebabkan oleh faktor usia. Dalam Permendiknas nomor 44 tahun 2019 dijelaskan bahwa usia maksimal penerimaan siswa SMP maksimal berusia 15 tahun. (RI)

Loading...
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email
REKOMENDASI
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber