× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Dugaan Jual Beli Surat Domisili Di PPDB SMAN II Bukittinggi, Ini Kata Lurah Belakang Balok

Jumat, 17 Juli 2020
Dugaan Jual Beli Surat Domisili Di PPDB SMAN II Bukittinggi, Ini Kata Lurah Belakang Balok
Lurah Belakang Balok Taufik (foto: dok. istimewa)

BUKITTINGGI -- Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di Bukittinggi menuai protes dari orangtua pelamar. PPDB ini disinyalir ada kecurangan berupa ada jual beli surat keterangan domisili (SKD) untuk melengkapi administrasi pendaftaran

Sebab, wali murid menduga PPDB di sekolah setempat ada kejanggalan.

Lurah Belakang Balok Taufik, mengatakan untuk Kelurahan Belakang Balok ada lima surat keterangan domisili yang kami keluarkan dan itu dapat dipertanggung jawabkan. Datanya mulai bulan Januari 2020 yang dikeluarkan Disdukcapil, untuk anak usia sekolah SMA 14 hingga 17 tahun.

Lanjut Taufik, adanya surat keterangan domisili yang diduga diperjual belikan untuk mendapatkan sekolah favorit, tidak dapat menjawab, yang pasti bukan dari Kelurahan Belakang Balok, "ada 5 surat keterangan domisili yang dikeluarkan oleh Kelurahan yang ditolak pihak SMAN II Bukittinggi, ketika ditanya kelurahan mana? dia tidak mengetahui," jelasnya, Jumat, (17/7/2020).

Ia juga menjelaskan surat domisili yang dikeluarkan sudah memenuhi prosedur.

"Berkas domisili yang saya tanda tangani, saya pikir sudah memenuhi syarat, dengan melampirkan surat pengantar RT/RW dan pernyataan orang tua yang bertanggung jawab kebenaran data itu, saya hanya tanda tangan saja, benar atau tidak itu tanggung jawab pamong setempat," jelasnya.

Fitri juga menjelaskan syarat domisili dapat dikeluarkan harus ada beberapa kriteria.

"Syarat domisili itu, ada persyaratan yang harus di penuhi yaitu sudah menetap selama satu tahun, memiliki pekerjaan atau usaha bisa juga karena dia sekolah di Bukittinggi," Katanya lagi.

Menurutnya, jika ada warga luar Kota Bukittinggi buat domisili di Belakang Balok tidak jadi masalah asal dia punya keluarga di Kota Bukittinggi walaupun dia berdomisili luar Bukittinggi.

Hingga sejauh ini, pihak SMAN II Kota Bukittinggi belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. (Ed)


Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email

REKOMENDASI
Selengkapnya

TERPOPULER

FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber