× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Mahasiswa KKN Universitas Riau Kenalkan Tekhnik Proliga pada Kelompok Petani di Padang Pariaman

Rabu, 29 Juli 2020
Mahasiswa KKN Universitas Riau Kenalkan Tekhnik Proliga pada Kelompok Petani di Padang Pariaman
Tim Kukerta Balek Kampung Universitas Riau

PADANG PARIAMAN -- Tim Kukerta Balek Kampung Universitas Riau menggelar Seminar Bertajuk Sharing Pertanian PROLIGA (Produksi Lipat Ganda) Cabai dan Pemanfaatan Arang Sekam Padi sebagai Pupuk Organik Tahun 2020.

Seminar ini dilaksanakan selama tigaJam penuh dari pukul 07.00-10.00 WIB pada hari Minggu (26/7/2020) di Aula Kantor Wali Nagari Kuranji Hulu.

Para peserta Seminar Pertanian dihadiri oleh para Kelompok Tani yang ada di Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, acara dimulai dengan melakukan registrasi pada pukul 07.00 WIB.

Acara dibuka dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Yusi Seprina, merupakan mahasiswa UNRI bertalenta berasal dari jurusan S1 Fisika dan Kata Sambutan dari Ketua Pelaksana Oky Yuwanda yg juga merupakan mahasiswa yang berprestasi dan aktif dalam bidang akademis, berasal dari Prodi S1 Akuntansi sebagai bagian ikut andil dalam kegiatan pembukaan Seminar Pertanian PROLIGA Cabai tahun 2020.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penyampaian materi Arju Paratsingh Kapoor merupakan mahasiswa ahli dibidang Agroteknologi berasal Fakultas Faperta. Produksi Lipat Ganda (Proliga) yang saat ini mulai diterapkan pada tanaman cabai merupakan salah satu teknologi yang telah diperkenalkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan terus didesiminasikan hingga sekarang untuk mendukung pemerintah dalam swasembada pangan.

Kepadatan populasi tanaman juga akan mempengaruhi produksi cabai. Biasanya dalam satu hektar, petani akan menanam 20 ribu tanaman cabai. Pada proliga, populasi tanaman cabai ditingkatkan menjadi 30 ribu tanaman/hektar.

Agar tercapai jumlah 30 ribu tanaman/hektar maka dilakukan penanaman dengan pola 2:1 zig-zag. Pada satu lubang ditanami 2 tanaman, kemudian lubang berikutnya 1 tanaman. Metode tanam zig-zag ini bertujuan agar cahaya matahari tidak akan terhalang dan sirkulasi udara tidak terganggu.

Sedangkan sekam padi dapat berfungsi untuk menggemburkan tanah. Abu dari sekam padi ternyata memiliki berbagai jenis unsur-unsur kimia yang baik untuk kesuburan dan juga dapat menggemburkan tanah. Semakin halus arang sekam, briket yang dihasilkan akan menjadi semakin padat dan kompak, maka semakin lama pula daya bakar briketnya.

Praktek pembuatan arang sekam tersebut melibatkan warga kelompok Tani Nagari Kuranji Hulu. Ide tersebut mendapat sambutan baik, selain bermanfaat bagi tanaman, arang sekam juga potensial dapat menambah pendapatan dimasa pandemi covid 19.

Hal-hal penting yang disampaikan Ketua Pelaksana Seminar Pertanian Proliga 2020 Oky Yuwanda yakni memberikan ucapan terimakasih kepada para peserta seminar dengan harapan seminar ini mampu menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat serta tindak lanjut yang konkrit dari seluruh stakeholder teristimewa kepada Warga dan kelompok Tani yang hadir sebagai upaya kita bersama berkhidmat kepada masyarakat sekaligus menuju pertanian yang berkelanjutan dan Swasembada Cabai di daerah Sumatera Barat. (Oky Yuwanda)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email
REKOMENDASI
Selengkapnya

FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber