× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Mahyeldi Jadi Khatib Idul Adha 1441 Hijriah di Lapangan Kampus UPI Padang

Jumat, 31 Juli 2020
Mahyeldi Jadi Khatib Idul Adha 1441 Hijriah di Lapangan Kampus UPI Padang
Pelaksanaan Salat Ied 1441 H di lapangan Kampus UPI Padang

PADANG -- Ratusan Jemaah di sekitar Kampus UPI Padang menggelar shalat Hari Raya Idul Adha 1441 H di lapangan Kampus UPI YPTK Kota Padang. Bertindak sebagai Imam dan khatib Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah. Usai melaksanakan shalat, Mahyeldi di dampingi Ketua UPI YPTK Padang Herman Nawas meninjau sapi kurban sebanyak 47 ekor sapi untuk didistribusikan ke sejumlah masjid di Kota Padang.

Kedatangan Mahyeldi, tidak hanya disambut oleh masyarakat dan jemaah yang ada di kecamatan Lubuk Begalung saja, namun masyarakat dari berbagai kecamatan lainnya di Kota Padang sengaja datang untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan Mahyeldi.

Hal itu, juga menjadikan jumlah jemaah yang hadir untuk melaksanakan salat Idul Adha di lapangan Kampus UPI YPTK tersebut lebih banyak dari pada tahun sebelumnya. Setelah mengimami shalat, Mahyeldi menaiki mimbar dan berkhutbah di hadapan ribuan jemaah yang hadir.

Dalam khutbahnya, Mahyeldi menjelaskan makna serta nilai yang terkandung dalam memperingati Hari raya Idul Adha 1441 H, sebagai simbol dari persatuan umat sedunia berdasarkan asas kebersamaan yang hakiki. Asas persaudaraan yang sejati, asas kemanusian universal dan asas kemakhlukan bernuansa spritual.

Itulah sebabnya dalam berhaji terdapat berbagai macam larangan, mulai dari larangan bercekcok,berbantah-bantahan sampai kepada larangan merusak mematikan makhluk hidup flora maupun fauna ditanah Suci Haram.

"Larangan itu menyiratkan makna yang amat dalam dari ajaran Islam, intinya menjaga keharmonisan hubungan kemanusian dalam bentuk persatuan dan kesatuan yang kokoh, dan menjaga keseimbangan kosmos dalam bentuk pelestarian lingkungan hidup yang damai," ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, nilai yang diterapkan agama Islam tidak pernah terlepas dari ukhuwah dan persatuan dan persaudaraan dibutuhkan dalam suka dan duka, didambakan dalam senang dan susah. Persatuan, persaudaraan yang sejati akan lebih dibutuhkan ketika keadaan susah dan duka. Suasana terakhir inilah akan terlihat kesejatian, kemurnian dari persatuan dan persaudaraan itu termasuk dalam berkurban.

"Ibadah kurban adalah ibadah yang bermanfaat bagi sesama mukmin, saling memberi bantuan dan makanan, serta tolong menolong antar sesama. Dan itu semua untuk memperkuat tali persatuan ukhuwah islamiah," tutur Mahyeldi.

Lebih lanjut Mahyeldi menjelaskan, Ibadah haji memotivasi dan melatih umat Islam, memperkuat ukhuwah, berkumpul dari seluruh penjuru dunia di satu tempat, yakni di Kabah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Mengenakan pakaian ihram yang berwarna putih bahwasanya manusia sama di mata Allah, tanpa membeda-bedakan status sosial dan suku bangsa.

"Saat ini, dunia diserang wabah Covid-19 hentah kapan berhentinya, tidak semua manusia yang tahu. Maka untuk itu, rangkaian ibadah Idul Adha salah satu pesan dari Allah. Pesan persaudaraan, pesan ukhuwah. Kita lihat hari ini, orang banyak rezki berkurban kemudian dagingnya dibagikan kepada yang tidak mampu yang membutuhkan," katanya

"Maka oleh sebab itu dalam menghadapi wabah Covid efeknya sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu persatua dan kekompakan para jemaah harus ditingkatkan. Dan ambil hikmahnya Idul Adha ditengah pandemi ini," Sebut Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan, banyak hal yang mesti dikerjakan dan banyak permasalahan yang harus diselesaikan, baik masalah kesehatan di sebabkan Covid. Wabah Virus Corona tidak bisa berhenti kalau seandainya tidak ada kebersamaan dan sinergi antara Pemerintah dengan rakyat. maka perbedaan pendapat segera di satukan.

"Apalagi berbicara masalah ekonomi, pertumbuhan ekonomi butuh sinergi, butuh kekompakan, makanya hal yang menyebabkan lemahnya persatuan hindari rencana membuat Undang-Undang yang akan mengakibatkan perpecahan, dan hindari dulu, jangan dipaksakan," imbuh Mahyeldi. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email
REKOMENDASI
Selengkapnya

FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber