× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Soal Uji Klinis Vaksin asal China, Ini Kata Legislator Guspardi Gaus

Minggu, 02 Agustus 2020
Soal Uji Klinis Vaksin asal China, Ini Kata Legislator Guspardi Gaus
Ilustrasi

Eka putra, SE for Tanah Datar 1

JAKARTA -- Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Guspardi Gaus, meminta pemerintah agar jangan menjadikan 1.620 orang sukarelawan sebagai "Kelinci Percobaan", uji kilinis fase tiga vaksin sinovac asal negeri China.

Guspardi Gaus mengatakan sejauh ini kita belum mendengar dan mendapatkan informasi tentang jaminan pemerintah kepada para sukarelawan itu. Bagaimana penanganan dan kebijakan pemerintah jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Disamping itu isu mengenai kehalalan produk vaksin sinovac ini juga belum jelas dan tengah menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Menurutnya, Legislator dapil 2 Sumabar inipun mengaku tidak setuju jika uji klinis 3 langsung di ujicobakan ke masyarakat. Seharusnya Pemerintah mendapatkan informasi lengkap negara mana saja yang telah menggunakan Vaksin sinovac ini dan melakukan kajian terhadap hasil dan dampak vaksin tersebut.

" Jangan jadikan masyarakat sebagai Kelinci percobaan. Lakukanlah dulu kajian mendalam dan komprehensif secara ilmiah terhadap bebagai aspek baik dari kandungan terlebih lagi aspek kehalalan produk dan selanjunya akibat atau dampak dari vaksin tersebut" ujarnya

Daripada langsung melibatkan ribuan sukarelawan Indonesia untuk uji klinis vaksin sinovac ini lebih baik lakukan riset dan kajian mendalam tentang vaksin itu dengan melibatkan berbagai pihak yang berkompeten.

"Libatkan beberapa perguruan tinggi dan lembaga yang berkompten lainnya. Di uji kebenaran apakah benar vaksin ini sebagai upaya untuk menyehatkan atau menyembuhkan masyarakat dari covid-19. Jadi tidak perlu ada relawan hampir 2000 orang itu. Karena WHO sendiri belum mengatakan kalo vaksin dari China ini betul terbukti menangkal dan mencegah Covid -19," ujar Guspardi.

Tidak hanya itu Guspardi mendesak agar pemerintah agar membuka isi kandungan vaksin sinovac yang berasal dari China ini. Wajib itu karena Masyarakat kita kan mayoritas Muslim. Jadi harus jelas isi dan kandungan vaksin ini apakah berasal dari tanaman binatang atau benda lainnya.

Terutama kandungan apakah halal semuanya, Karena kehalalan Vaksin ini adalah sesuatu hal yang tidak bisa dinafikan dan penglibatan MUI juga sangat diperlukan dalam pengembangan vaksin corona tersebut khususnya mengawal kaidah kehalalan vaksin sinovac ini, pungkas anggota Baleg DPR RI tersebut.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah akan segera menggelar uji klinis tahap tiga vaksin Covid-19 asal China, yang dikembangkan Sinovac pada awal Agustus 2020 ini. Saat ini Pemerintah Indonesia telah menerima 2.400 vaksin. Uji coba dilalukan pemerintah yang bekerjasama dengan PT. Bio Farma.

Corporate Secretary PT Bio Farma, Bambang Heriyanto menjelaskan vaksin tersebut tidak langsung digunakan setibanya di Indonesia karena harus dikarantina lebih dulu.
Menurut dia, sebanyak 2.400 vaksin tersebut bakal diperuntukkan bagi 1.620 sukarelawan. (Rel)

Loading...
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email
REKOMENDASI
Selengkapnya
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber