× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Gara-gara Posting Tulisan Covid Tiru Ayat Al-Quran, Bloger Cantik Ini Dihukum 6 Bulan Penjara

Senin, 03 Agustus 2020
Gara-gara Posting Tulisan Covid Tiru Ayat Al-Quran, Bloger Cantik Ini Dihukum 6 Bulan Penjara
Penulis blog di Tunisia, Emna Charqui (Foto: Dok. Istimewa)

INTERNATIONAL -- Seorang penulis blog dihukum enam bulan penjara karena unggahan dianggap memicu ujaran kebencian antarumat beragama

Penulis blog di Tunisia, Emna Charqui (28) dijatuhi hukuman penjara enam bulan setelah menerbitkan unggahan di Facebook tentang Covid-19 dengan gaya redaksi seperti ayat Quran.

Unggahan yang ia tulis tersebut isinya mengajak orang agar mengikuti pola hidup bersih di tengah pandemi.

Dilansir dari BBC Pengadilan di Tunisia ini menyatakan ia terbukti bersalah "memicu kebencian antarumat beragama".

Lihat juga: Tambah Satu Positif, Klaster Bank BUMD Rambah Padang Pariaman

Atas putusan ini, ia akan mengajukan banding dan karenanya ia belum menjalani penahanan.

Charqui, dalam satu wawancara belum lama ini mengatakan, ia "tak berniat sama sekali untuk memicu kontroversi".

Dalam unggahan yang ia tulis pada 2 Mei lalu tersebut, ia meminta orang-orang untuk mencuci tangan secara teratur dan menerapkan jaga jarak untuk menekan penyebaran virus corona.

Menurut laporan, unggahan itu tadinya dibuat dan disebar oleh seorang ateis Aljazair yang tinggal di Prancis.

Proses hukum dikecam organisasi HAM

Charqui menerbitkan unggahan ini pada bulan Ramadan silam saat Tunisia menerapkan karantina wilayah.

Unggahan ini menjadi ramai dan sejumlah warganet menggambarkannya sebagai "bentuk penghinaan".

Beberapa pengguna media sosial juga meminta agar Charqui, yang secara terbuka mengaku ateis, dihukum.

Beberapa hari kemudian ia diinterogasi polisi.

Pada 27 Mei, setelah beredar kabar bahwa Charqui akan diadili terkait unggahannya di Facebook, organisasi hak asasi manusia, Amnesty International mengeluarkan pernyataan meminta pihak berwenang di Tunisia menghentikan proses hukum terhadap Charqui.

"Proses hukum terhadap Emna Charqui kembali menunjukkan, meski ada kemajuan demokrasi di Tunisia, pihak berwenang terus menggunakan hukum yang represif untuk membungkam kebebasan berpendapat," kata Amna Guellahi, direktur Amnesty untuk kawasan Afrika Utara.

Guellali mengatakan kebebasan berpendapat juga mencakup menyampaikan hal-hal yang bagi sebagian orang dianggap "kontroversial atau termasuk bentuk penghinaan".

Ia mendesak pihak berwenang di Tunisia mengubah undang-undang sehingga isinya sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email
REKOMENDASI
Selengkapnya

FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber