× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

MUI Sumbar Akan Kaji Mendalam Soal Vaksin Covid-19 Sinovac

Kamis, 14 Januari 2021
MUI Sumbar Akan Kaji Mendalam Soal Vaksin Covid-19 Sinovac
Maklumat Tausiyah MUI soal vaksin Covid-19 (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, PADANG -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar dan stakeholder terkait akan melakukan kajian lebih mendalam untuk vaksin Covid-19 yang diproduksi perusahaan asal China, Sinovac.

Ketum MUI Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar mengharapkan pihak-pihak terkait untuk membantu penelitian dan pengkajian tersebut baik berhubungan dengan sampel Vaksin, laboratorium, tenaga ahli dan berbagai informasi yang diperlukan.

"MUI Sumatera Barat dan pihak-pihak terkait di Sumatera Barat bersepakat untuk mengedepankan himbauan serta pendekatan persuasif dalam melakukan vaksinasi Covid-19 dan tidak melakukan cara-cara paksaan, apalagi ancaman," tutur Buya.

Terakhir, MUI Sumatera Barat tidak merekomendasikan para ulama dan dai dijadikan sebagai model/ percontohan dalam vaksinasi Covid 19, kecuali atas kesediaan pribadi yang bersangkutan.

Kata Buya, hal itu sesuai dengan Petunjuk syariat Islam tentang halal dan haram:

وَلَا تَقُوۡلُوۡا لِمَا تَصِفُ اَلۡسِنَـتُكُمُ الۡكَذِبَ هٰذَا حَلٰلٌ وَّهٰذَا حَرَامٌ لِّـتَفۡتَرُوۡا عَلَى اللّٰهِ الۡكَذِبَ‌ؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَفۡتَرُوۡنَ عَلَى اللّٰهِ الۡكَذِبَ لَا يُفۡلِحُوۡنَؕ‏

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram," untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung" (QS. An Nahi 16:116).

Kemudian, Dari Abu Abdillah Numan bin Basyir ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya perkara yang halal itu telah jelas dan perkara yang haram itu telah jelas. Dan di antara keduanya terdapat perkara perkara yang syubhat (samar samar), tidak diketahui oleh mayoritas manusia. Siapa yang menjaga diri dari perkara perkara syubhat tersebut maka dia telah menjaga kesucian agama dan kehormatannya. Siapa terjatuh ke dalam perkara syubhat, maka dia telah terjatuh kepada perkara haram, seperti seorang penggembala yang menggembalakan fernaknya di sekitar daerah larangan (hima), dikhawatirkan dia akan masuk ke dalamnya Ketahurtah, bahwa setiap raja itu mempunyai hima, ketahuilah bahwa hima Allah swt adalah segala yang ia haramkan.

Ketahuilah bahwa dalam tubuh manusia terdapat sepotong daging. Apabila daging tersebut baik maka baik pula seluruh tubuhnya dan apabila daging tersebut rusak maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah qalbu hati. (HR. Al-Bukhari dan Muslim). (RI)


Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email

REKOMENDASI
Selengkapnya

TERPOPULER

FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber