× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Tiga Menteri Jokowi Mendadak ke China, Ada Apa?

Sabtu, 03 April 2021
Tiga Menteri Jokowi Mendadak ke China, Ada Apa?
Jokowi dan Xi Jinping (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi bersama Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dan Menteri BUMN, Erick Thohir melakukan kunjungan ke Fujian, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada Jumat (2/4/2021).

Kunjungan ini membahas kerja sama pembangunan zona industri antara Indonesia dan Tiongkok. Sebagaimana mengutip akun twitter resmi Kementerian Perdagangan Jumat (2/4/2021), M Lutfi mengatakan, RRT merupakan mitra dagang nomor wahid bagi Indonesia. Untuk itu, Indonesia akan terus memperkuat dan mengakselerasi pertumbuhan perdagangan antarkedua negara.

"Saat ini Indonesia telah berevolusi menjadi negara pengekspor barang bernilai tambah tinggi dan berbasis teknologi dan industri," katanya menyampaikan.

Melanjutkan kegiatan di RRT pada hari ini, M Lutfi bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan RRT, Zhang Xiangchen. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati beberapa langkah konkret yang strategis.

Antara lain aktivasi pembaruan kerangka kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral antara Indonesia dengan RRT. Kemudian tindak lanjut untuk menggenjot ekspor Indonesia untuk beberapa produk khusus dan spesifik.

Kedua negara juga menyepakati untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral dalam kerangka WTO. Langkah selanjutnya, menjadwalkan pertemuan lanjutan antara Mendag RI dengan Mendag RRT yang akan dilakukan virtual minggu depan.

Agenda berikutnya adalah pertemuan Mendag, Menlu dan MenBUMN dengan State Councillor atau Menteri Luar Negeri RRY, Wang Yi. Pertemuan ini menyepakati beberapa hal penting dan strategis, antara lain peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi, serta melanjutkan kerja sama yang lebih komprehensif untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi pascapandemi.

Lutfi menyambut baik usulan untuk meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara melalui aktivasi perundingan TIFA dengan RRT, serta optimalisasi kerangka kerja sama regional yang sudah berjalan, yaitu ACFTA dan RCEP.

Selanjutnya masih dalam rangakian kunjungan ke RRT, M Lutfi juga bertemu dengan Ketua China Agricultural Wholesale Market Association (CAWA), Ma Zengjun. CAWA merupakan salah satu asosiasi grosir terbesar di RRT yang para anggotanya merupakan mitra strategis bagi Indonesia dan rutin mengimpor produk Indonesia, seperti produk sarang burung walet, buah-buahan, serta produk makanan dan minuman.

Dalam pertemuan tersebut, Mendag Lutfi mendorong agar kerja sama dengan CAWA dapat segera diperkuat dan ditingkatkan, sehingga ekspor Indonesia ke RRT dapat terus tumbuh.

Sementara, pihak CAWA menegaskan ketertarikannya untuk meningkatkan pembelian produk sarang burung walet dan buah-buahan, serta membeli produk udang dan ikan dari Indonesia.

Pada pertemuan kali ini, Mendag juga melakukan pertemuan dengan Huang Jian, Chairman Xiamen Yan Palace Sinong Food Co., Ltd, salah satu perusahaan importir produk sarang burung walet Indonesia terbesar di RRT.

Tahun 2020, Xiamen Yan Palace Sinong Food Co., Ltd, mengimpor lebih dari 50 ton produk sarang burung walet dari Indonesia senilai US$ 110 juta. Ke depan, perusahaan tersebut berkomitmen meningkatkan pembelian produk sarang burung walet Indonesia.

Mendag menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong serta memberikan dukungan dan fasilitasi penuh terhadap eksportir produk sarang burung walet Indonesia.

Masih dalam rangkaian kunjungan kerja ke RRT, Mendag bertemu dengan CEO Guangzhou Tianjin Trading Co., Ltd., Winnie Hon dan Vice President Da Zhou Xin Yan (Xiamen) Biotechnology Co., Ltd, Shan Yongjun. Guangzhou Tianjin Trading Co., Ltd merupakan salah satu mitra strategis dan importir terbesar untuk produk sarang burung walet Indonesia.

Pertemuan tersebut membahas dan mengidentifikasi beberapa hambatan utama ekspor atas produk ekspor sarang burung walet ke RRT. Selain itu, Mendag bersama Winnie Hon membahas bagaimana langkah konkret untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut agar ekspor produk sarang burung walet Indonesia ke RRT dapat meningkat.

Sementara, Xiamen Biotechnology merupakan importir sekaligus industri pengolahan produk sarang burung walet. Dalam 3 tahun terakhir, perusahaan tersebut menggunakan lebih dari 98% produk sarang burung walet Indonesia untuk industrinya.

M Lutfi mengapresiasi hal tersebut dan berharap Xiamen Biotechnology dapat memberikan pelatihan kepada para eksportir Indonesia mengenai pengolahan produk sarang burung walet yang baik, higienis, dan terstandardisasi.

Masih dalam rangakaian kunjungan ke RRT, Mendag juga bertemu dengan Chairman and President Shandong Jinruyi Group, Yang Yuelu. Shandong Timber & Wood Association beranggotakan pelaku usaha di bidang produk kayu dan mebel yang sebagian besar rutin mengimpor produk kayu dan mebel dari Indonesia.

Pada kesempatan ini, Mendag menyaksikan penandatanganan Letter of Intent (LOI) pembelian produk kayu sebesar US$ 200 juta antara Shandong Timber & Wood Association dengan Kantor Atase Perdagangan RI Beijing. Setidaknya ada 6 LOI antara importir RRT dengan Indonesia yang mencakup produk sarang burung walet, buah-buahan, serta produk kayu dan mebel.

"Total nilai kontrak LOI tersebut mencapai US$ 1,38 miliar atau senilai Rp20 triliun dengan masa kontrak hingga 202," tutup informasi tersebut.

Sebagai informasi, pada tahun 2020, ekspor Indonesia ke RRT mencatatkan rekor nilai ekspor sebesar USD 31,7 miliar. Angka ini naik sebesar 13,64% dibandingkan nilai ekspor tahun 2019. (CN)

Editor/Sumber: Rahmat/cnbcindonesia.com

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email
REKOMENDASI
Selengkapnya

TERPOPULER
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber