× Home Terkini Hot Topic Terpopuler Kategori Tag Berita Foto Video

Respon Mengejutkan BIN Usai Dituduh Sengaja Kaitkan FPI dan Aksi Terorisme

Selasa, 06 April 2021
Respon Mengejutkan BIN Usai Dituduh Sengaja Kaitkan FPI dan Aksi Terorisme
Barbuk atribut FPI (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Badan Intelijen Negara (BIN) membantah Polri sengaja mengaitkan Front Pembela Islam (FPI), organisasi yang sudah dilarang pemerintah, dengan terduga terorisme yang ditangkap usai bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawasi Selatan.

Juru Bicara BIN Wawan Purwanto mengatakan aparat kepolisian telah bekerja berdasarkan bukti dan tanpa praktik bias kepentingan.

Hal itu Wawan sampaikan untuk menjawab pertanyaan Najwa Shihab terkait dugaan kesengajaan polisi untuk menyudutkan FPI dalam program Mata Najwa yang ditayangkan di Trans7, Rabu (31/1) malam lalu.

"Tidak, terlalu spekulasi kalau demikian. Artinya kepolisian itu juga bekerja secara profesional, dari apa yang ada juga diberikan secara terbuka, kalau misal ada bantahan juga diberikan, artinya hak dari tersangka juga diberikan," kata Wawan.

Wawan mengklaim dengan melihat rentetan aksi yang terjadi belakangan ini terdapat benang merah dengan FPI. Salah satunya terbukti dari pengakuan tersangka teroris yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar. Mereka dilaporkan pernah melakukan baiat di markas FPI.

"Dari 2015 memang ada baiat di Sulsel, dan itu di sebuah markas dari ormas yang sudah dibubarkan itu (FPI)," ujarnya.

Namun demikian, Wawan meminta publik menunggu hasil dari penyelidikan dan persidangan kelak, sehingga dapat diungkap benang merah dan motif aksi-aksi penyerangan yang terjadi belakangan ini.

"Tinggal pembuktian saja di persidangan, karena ini sudah masuk ranah hukum," ujarnya.

Sebelumnya Densus 88 Antiteror Polri menyita sejumlah barang bukti saat menangkap empat orang terduga teroris di Kabupaten Bekasi dan Condet, Jakarta Timur pada Senin (29/3).

Berdasarkan barang bukti yang ditunjukkan dalam jumpa pers, sebagian besar di antaranya merupakan atribut FPI.

Polisi memamerkan buku "Dialog Amar Maruf Nahi Munkar FPI" yang ditulis Muhammad Rizieq Shihab, jaket warna hijau berlogo FPI, sejumlah CD tentang FPI, hingga senjata tajam. (CN)

Editor/Sumber: Rahmat/cnnindonesia.com

facebook twitter whatsapp linkedin pinteret email
REKOMENDASI
Selengkapnya

TERPOPULER
FOLLOW US
Redaksi Disclaimer Karir Info Iklan Logo Kontak Pedoman Media Siber